Meski tua, tapi tetap cantik

Meski tua, tapi tetap cantik

(Artikel ini ada di Harian Jogja, Minggu 15 Maret 2009).

Mungkin ada yang beranggapan ikut komunitas mobil hanya sekadar untuk hura-hura saja. Tapi jangan salah mereka yang tergabung dalam BMW Car Club Indonesia (BMW CCI) Chapter Yogyakarta menjadi sebuah komunitas solid yang mengutamakan nilai-nilai kebersamaan… BMW Car Club Indonesia (CCI) Chapter Yogyakarta adalah salah satu komunitas otomotif yang ada di Jogja. Mereka yang tergabung dalam komunitas ini adalah mereka pemilik mobil mulai dari BMW seri 3 hingga yang terbaru seri 7.

Pasti ada kesan mewah karena sudah pasti harga mobil BMW berkisar antara Rp100 juta bahkan sampai Rp2 miliar untuk seri tergresnya. Tapi jangan salah komunitas ini hanya ingin hura-hura saja, karena anggotanya berasal dari berbagai kalangan profesi. Ketua BMW (CCI) Chapter Yogyakarta, Rochadi mengatakan komunitas ini terbentuk karena ingin menjadi wadah untuk berkumpul bagi para pemilik BMW dengan segala macam tipe. Syaratnya anggota harus berusia 17 tahun, atau sudah bisa menyetir mobil. Tapi komunitas ini juga terbuka bagi siapa saja yang tidak memiliki mobil BMW. “Bisa menjadi penggembira atau simpatisan, jadi dia tidak punya BMW tapi bisa ikut kegiatan BMW, dan juga mencari pertemanan,” jelas Rochadi saat ditemui Harian Jogja di warung Bakmi Kadin, Selasa (10/3). BMW Car Club Indonesia (CCI) Chapter Yogyakarta adalah sebuah organisasi resmi yang terdaftar di bawah naungan BMW International. BMW Car Club Indonesia (CCI) memiliki empat cabang yakni di Jakarta, Bandung, Medan, dan Jogja. Ciri khas dari komunitas ini di setiap bagian belakang mobil terdapat stiker yang bertuliskan BMW CCI dan logo BMW. Dijelaskan Wing Wahyu Winarno, Sekretaris BMW CCI Chapter Jogja tujuan dari didirikannya komunitas ini adalah untuk bertukar informasi tentang perawatan mobil. Bukan hanya itu saja tapi yang kedua adalah berbagai kepeduliaan dengan masyarakat. Selama ini, banyak persepsi yang bermunculan tentang mobil keluaran Eropa ini, mulai dari suku cadang yang mahal, perawatan yang sulit hingga pengoperasian mobil yang cukup rumit. Memang ada kebenarannya, karena mobil BMW itu memiliki teknologi tersendiri dalam pengoperasiannya. Untuk itulah komunitas ini dibentuk, untuk menjadi arena sharing bagi para penggemar mobil BMW. “Sehingga kalau kita tidak mengetahui kan sayang, semua mobil punya basis data tertentu, misalnya saja untuk suku cadang, kita bisa tahu apa saja suku cadang dan bagaimana cara menggantinya,” jelas Wing, kepada Harian Jogja, Kamis (12/3). Standarnya mobil keluaran Eropa untuk suku cadang relatif lebih awet ketimbang jenis mobil keluaran Asia. Itu dikarenakan setiap penggantian suku cadang dilakukan satu set, bukan per onderdil. Jadi bisa dikatakan memang lebih awet mobil keluaran Eropa ketimbang Asia, bahkan awet bisa 2-3 tahun setelah penggantian suku cadang, sementara untuk mobil keluaran Asia setelah pergantian suku cadang hanya bertahan sampai satu tahun saja. BMW Car Club Indonesia (CCI) Chapter Yogyakarta juga sering mengadakan beragam kegiatan, salah satu diantaranya yang akan diadakan pada Sabtu (14/3), mereka akan mengadakan acara Touring Day yang bekerja sama dengan BMW Astra Semarang. Pada acara ini, Astra akan memberi layanan gratis check up untuk semua mobil BMW milik anggota dan sekaligus diskon untuk spare part dan biaya jasanya. “Sudah terdaftar ada 19 mobil yang akan ikut dalam acara itu, kita di sana juga belajar soal mesin, dan perawatan suku cadang,” ujar Wing, yang juga salah satu pendiri komunitas. Menurut pria lulusan Cleaveland State University of America ini, Astra BMW dengan BMW Car Club of Indonesia memiliki kedudukan yang sama tinggi. Dalam mengadakan setiap kegiatan besar BMW CCI Jogja bekerjasama dengan BMW CCI dan council of BMW Jerman. Tapi kalau hanya kegiatan kecil mereka melakukan secara independen. Berbagai kalangan Hingga kini, anggotanya mencapai 50 orang yang terdiri dari berbagai kalangan, ada anggota profesional, karyawan bank, wiraswasta, dan mahasiswa. Latar belakang mereka bergabung dan terlibat aktif karena ingin mengenal lebih jauh tentang mobil pribadi mereka, selain itu untuk menambah pertemanan dan meningkatkan kepeduliaan sosial. Kegiatan yang dilakukan oleh BMW CCI Jogja diantaranya adalah dengan melakukan bakti sosial ke sejumlah tempat. Salah satunya yang sudah terselenggara adalah melakukan bakti sosial di Wonosari, yakni membantu penyaluran air bersih dengan mengirimkan 19 tanki air bersih. Kegiatan lainnya di Desa Bangunharjo, Bantul dengan membagikan 1.000 nasi bungkus untuk warga sekitar. “Semua kegiatan kita juga saling sinergi dengan komunitas lain, seperti dengan komunitas Mercedes Benz, komunitas Kawasaki Ninja, sehingga kita juga menambah jaringan relasi,” ujar Rochadi. Kegiatan yang sering dilakukan adalah melakukan touring ke berbagai tempat wisata seperti Ketep Pass, ParangtTritis, ke Pangandaran Jawa Barat dan juga ke berbagai daerah wisata lainnya. Menurut Rocahdi keuntungannya masuk menjadi anggota komunitas salah satunya adalah bisa connecting dengan sesama anggota kalau misalnya terjadi sesuatu pada kendaraan. “Kalau kita sedang touring, salah satu mobil anggota ada yang mengalami kerusakan mesin maka kita semua akan berhenti dahulu, lalu membetulkan mobil itu sampai bisa jalan, baru setelah itu melanjutkan perjalanan. Itulah yang dinamakan dengan solidaritas antar anggota,” jelas pemilik Bakmi Kadin ini. Rochadi secara pribadi sungguh-sungguh merasakan manfaat dengan mengikuti komunitas ini, alasan utamanya memang karena hobi otomotif. Namun yang terpenting bagi Rochadi dengan masuk ke dalam klub mobil karena untuk mempererat silaturahmi dan banyak bersahabat. “Saya senang banyak berkawan, karena dalam kebersamaan itu akan tercipta persaudaraan, solidaritas dan nilai-nilai,” katanya. Bukan hanya Rochadi yang merasakan hal itu, Wing pun juga merasakan hal yang sama selama gabung dengan klub mobil. Dosen Ekonomi STIE YKPN ini mengaku semenjak bergabung dengan Klub BMW, ia jadi banyak mengetahui persoalan mesin, pengoperasian BMW mulai dari seri lama hingga terbaru. “Manfaatnya memang banyak dengan masuk klub mobil, tak sekadar pertemanan, membangun jiwa sosial tapi juga bisa tahu banyak soal otomotif,” jelas Wing.(Theresia T. Andayani/Wartawan harian Jogja)