Pada hari Minggu, 16 November 2008, dilangsungkan touring bersama antara Kawasaki 250 Yogyakarta dan BMW CCI Yogyakarta, mengunjungi Ninja 250 Semarang. Mulai jam 07:00 puluhan peserta sudah berkumpul di showroom Kawasaki, Jalan Magelang, dilanjutkan dengan ramah tamah dan saling berkenalan. Maklum, Kawasaki 250 yang beranggotakan para pengendara Kawasaki Ninja 250 cc (dan akan segera bergabung Kawasaki KLX 250 cc) baru didirikan setelah lebaran 2008 yang lalu, sehingga belum genap berumur 3 bulan, sehingga antara anggota belum saling kenal. Anggota Kawasaki 250 yang ikut berangkat touring ada 25 orang dari Yogya dan 4 orang dari Muntilan. Sedang dari BMW CCI ada 5 orang dari Yogya.

Acara touring ini ditujukan untuk mengunjungi Ninja 250 Semarang dan rekan-rekan anggota BMW CCI Yogyakarta yang tinggal di Semarang (karena di Semarang belum berdiri klub BMW sendiri). Dari BMW CCI Yogya ada Pak Rochadi (Ketua), Pak Martin, Pak Wing, Bu Aryono dan Bu Rochadi, serta Mas Iwan.

Selama perjalanan, sangat terlihat bahwa disiplin berlalu lintas para pengguna jalan sangat memrihatinkan (kalau kami peserta konvoi cukup tertib lho). Meskipun di depan sudah ada dua motor dan satu mobil Polisi dengan sirine meraung-raung dan lampu strobo berkedip-kedip (plus strobo semua mobil BMW), tetapi para pengguna jalan sering kali tidak bereaksi sama sekali. Ada sih 1-2 yang minggir atau berhenti, tetapi lebih sering mereka tetap berjalan tanpa mengurangi kecepatan, bahkan ada yang malah menyalip kendaraan di depannya, demikian juga dari arah berlawanan, tetap saja ada yang menyalip mobil lain. Tidak ayal, Pak Polisi yang mengawal kita sering memepet kendaraan-kendaraan itu untuk memberi jalan konvoi. (Kalau jalan memang tidak memungkinkan, kami juga tidak memaksa pengguna jalan lain untuk minggir lho…).

 

Sesampai di showroom Kawasaki di Jalan Ahmad Yani, kami sudah disambut puluhan anggota Ninja 250 dan empat orang anggota BMW di Semarang. Kami lalu saling berkenalan dan ngobrol sana-sini. Tidak lama kemudian, kami melakukan konvoi di dalam kota, menuju bundaran Simpang Lima, Jalan Pahlawan, lewat RS Dr. Kariadi, dan langsung menuju kompleks Rumah Makan Sekatul di Mijen, Boja (sebelah barat Gunung Ungaran). Suasana di sana sangat sejuk (selain karena di kaki gunung Ungaran, juga udara mendung dengan sesekali gerimis kecil). Makanan khas nuansa desa, sungguh enak dan membuat teman-teman banyak yang nambah. Peserta tambah senang karena juga dihibur oleh organ tunggal Purnama dengan berbagai variasi lagu (dangdut, pop, keroncong).

Setelah 3,5 jam bersantai, kami pun pulang, melalui Gunung Pati dan diantar sampai ke Ungaran. Perjalanan pulang ditemani oleh hujan deras. Sesampai di Pompa Bensin dekat alun-alun Ungaran, rombongan berpisah. Sepanjang jalan menuju ke Yogyakarta, hujan tidak berhenti, meskipun kadang deras, kadang rintik-rintik. Kalau pada keberangkatan tadi rombongan mobil dan motor masih bersatu, pada saat pulang para Ninjaer sudah tidak sabar untuk melakukan motornya, dan dua polisi pengawal yang bersepeda motor pun agaknya tahu juga dengan keinginan para Ninjaer. Alhasil, kami para mobiler yang berkecepatan 90 km/jam, segera ditinggalkan oleh para Ninjaer dan dalam waktu sekejap mereka sudah hilang dari pandangan.

Kami bertemu kembali di tempat berangkat jam 18:30 dan masih ngobrol sekitar 30 menit sambil menceritakan pengalaman di jalan tadi. Akhirnya semua pada pamit ke rumah masing-masing dengan penat di badan tapi puas di hati. Ada yang bilang sesampai di rumah mau mencuci mobil atau motornya, tapi ada juga yang bilang mau besok paginya saja…

 

 

Berangkat dari Yogya sekitar jam 8:30 setelah didahului dengan beberapa sambutan. Perjalanan cukup lancar, karena dikawal oleh Satuan Pengawal dari Kepolisian (dua sepeda motor dan satu sedan) yang beranggotakan 5 anggota polisi.